Pengertian Definisi Asuransi Menurut Para Ahli – Ketika orang mendapatkan musibah terhadap harta bendanya, dan kesehatanya, kebanyakan dari mereka mengunakan asuransi untuk mengantinya dengan secara materi.. lalu sebenarnya ap itu pengertian asuransi?? Untuk menjawabnya berikut adalah hasil pencarian saya dari intrernet.

Pengertian Definisi Asuransi Jiwa adalah sebuah perjanjian hukum antara perusahaan asuransi dengan pihak yang menggunakan asuransi. Pihak yang menggunakan asuransi ini adalah orang-orang yang mempunyai resiko yang sama dan sepakat untuk menunjuk sebuah perusahaan asuransi untuk mengcover resiko yang sewaktu-waktu bisa timbul dalam hidup mereka. Perjanjian dengan perusahaan asuransi ini disebut Kontrak Asuransi Jiwa.

Dan, bentuk fisik kontrak (printed form) yang berfungsi sebagai bukti perjanjian antara pihak Penanggung (insurer) – dalam hal ini adalah perusahaan asuransi dan pihak Tertanggung (insured) – dalam hal ini adalah pihak yang menggunakan asuransi, disebut Polis Asuransi.

Melalui perjanjian ini, pihak Tertanggung/Pemegang Polis membayar sejumlah dana secara berkala yang disebut premi kepada pihak lain yang disebut pihak Penanggung (Perusahaan Asuransi Jiwa), jumlahnya sesuai dengan yang tertera dalam Kontrak Asuransi Jiwa tersebut.

Sebaliknya, pihak Penanggung (Perusahaan Asuransi Jiwa), setuju untuk membayarkan sejumlah dana atau menyediakan jasa apabila kejadian-kejadian yang di-cover (misalnya kecelakaan, sakit atau kematian) muncul selama masa berlakunya polis.

Obyek Asuransi Jiwa

Lalu apa yang menjadi obyek atau apa yang dipertanggungkan/dijaminkan dalam asuransi jiwa ini?

Orang yang masih hidup dan sehat adalah obyek polis asuransi jiwa, atau yang biasa disebut juga sebagai Pihak Tertanggung (insured).

Untuk polis asuransi jiwa, pihak yang akan menerima pembayaran dari kematian pihak tertanggung (insured) adalah pihak penerima/ahli waris (beneficiary) ditentukan sendiri oleh pihak tertanggung (insured).

Biasanya yang menjadi ahli waris asuransi jiwa yang ditunjuk dalam perjanjian antara pihak Tertanggung dan pihak Penanggung ini adalah anggota keluarga inti Tertanggung. Tetapi untuk produk tertentu yang dimiliki oleh perusahaan asuransi, pihak tertanggung bisa juga sekaligus sebagai pihak penerima/ahli waris (beneficiary).

Sebagai contoh, Produk A akan mengembalikan seluruh premi yang telah dibayarkan kepada pihak Penanggung bila Tertanggung masih hidup setelah masa pertanggunggan sudah berakhir. Misalnya si Tertanggung melewati usia 70 tahun sedangkan masa pertanggungannya hanya sampai usia Tertanggung 70 tahun, maka dia berhak untuk menerima seluruh premi yang telah dibayarkan kepada pihak Penanggung. Tentu saja ketentuan dan jenis produk pertanggungan ini bisa berbeda tergantung produk apa yang dimiliki oleh pihak Penanggung dan yang diambil oleh pihak Tertanggung.

Nah demikian adalah tentang Pengertian Definisi Asuransi, semoga bermanfaat bagi anda…

Incoming search terms:

  • yhs-ddc_bd
  • pengertian asuransi jiwa menurut para ahli
  • pengertian asuransi menurut para ahli
  • definisi Asuransi
  • definisi penerima pendapat
  • pengertian asuransi
  • pengertian asuransi jiwa menurut ahli

Post filed under Sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>